Sabtu, 03 November 2012

Karena separuh aku, sahabatku

Seperti anak normal, (walau sebenarnya aku dijuluki anak nggak normal) aku juga punya teman unk saling berbagi dan dibagi. Ketika di SD teman terakrabku Amanda Putri, dia yaa sebaya dg ku tapi skrng dia menjadi kakak kelasku. Dan kurasa itu sangat menyebalkan, aku bertemu dan berkenalan dg manda kls 3 SD. Manda kurasa dia anak yang pintar, rajin, bahkan sangat sangat rajin, baik, dia bagiku lebih dari teman (bukan pacar loo ya, aku nggak lesbi) Dia perhatian, dia ah sudahlah mungkin di dunia ini aku hanya bertemu dg orang seperti ini sekali seumur hidupku.
Pertama aku bertemu aku menjelek-jelekannya, dia memang gendut, yaa itu dulu. Sekarang tidak kok. Aku merasa cocok dgnya karena yaa dia sabar, walau aku dulu selalu mengusilinya. Ketika kls 3 kita sangat-sangat kompak, nakal pun kita kompak, belajar juga begitu, aku menjalani pertemanan selama 3 tahun di SD. Setelah itu yaa kita tetap berteman tapi tak seperti dulu.

Waktu kls 4 SD aku dan manda pernah iku ekskul marching band, aku jadi pemegang saxophone, manda alat musik pukul yg bunyinya ting ting. Pernah sesekali ketika yg memegang alat-alat marching itu kakak kls, aku dan manda menjadi pemegang bendera. Kami datang sore-sore dg hujan-hujan demi latihan pemegang bendera, pelatih kami berkata "ini anak nya tetap ini yaa, yg sekarang nggak masuk besok nggak boleh ikut". Karena ada kabar bahwa anak kls lain bernama novi, dia waktu latihan tidak ikut. Alasan nya karena sakit, sangat-sangat tidak logis menurutku, waktu latihan nggak ikut, sedangkan waktu tampil dia ikut. Dan kenapa pelatih itu mengizinkan anak itu ikut? Yah, akhirnya pun salah satu dri aku dan manda, tidak mendapatkan bendera itu, Bagaimana aku tidak sangat-sangat marah, sisa dari bendera itu tinggal 1 buah, pertamanya aku membawanya, tapi ketika aku melihat manda tak membawa apa-apa aku sadar, dia lebih membutuhkanya dari aku. Dia ingin mencoba unk menjadi salah satu dari anggota marching. 
Aku memberikan bendera itu kepada manda, dengan mata penuh harapan, dan kebaikan supaya dia senang. Apa yg terjadi? Dia meletakkan bendera itu ke tempat semula, dan dia mengajakku kembali ke kelas, dia berkata "BIARLAH BENDERA ITU TETAP SENDIRI DISITU, TAPI KITA TAK BOLEH SENDIRI, KITA SATU, KITA BERSAMA. DARI PADA SALAH SATU DARI KITA TAK MENDAPATKAN BENDERA ITU, LEBIH BAIK SEMUA TAK DAPAT. AKU TAK INGIN AKU MERASAKAN KEBAHAGIAN, TAPI TEMANKU HANYA MELIHATNYA"

Aku menatap mata manda yg sudah hampir menangis itu, tak kuasa menahan tangis. Aku menangis sejadi-jadinya di dalam kelas. yaa secara respon manda juga ikut menangis. tak apa kawan, sahabat sangat berarti bagi kehidupan ini, jangan dustai sahabatmu kawan.

TO BE CONTINUED>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar